Powered By Blogger

Minggu, 05 Agustus 2012

penyakit ngorok pada ayam pedaging

Penyakit ngorok CRD atau CRD komplek, sering kali dan kerap di temukan pada ayam broiler, atau ayam pedaging.



Tapi bukan berarti ayam jenis lain tidak menghidap penyakit CRD ini, mengikut perbandingan antara ayam broiler dan ayam petelur yang terserang penyakit CRD.

Untuk ayam broiler atau ayam pedaging penyakit CRD masih menduduki posisi pertama  (yang sering menyerang ayam pedaging)

Berikut urutan penyakit yang sering menyerang ayam pedaging:
  1. CRD komplek 20.32%
  2. CRD 19.36%
  3. Korisa 17.97%
  4. colibacillosis 14.12%
  5. Gumboro 8.24 %
  6. Koksi 4.49%
  7. ND 3.85%
  8. leucocytozoonosis 3.21%
  9. Kolera 2.14 %
  10. AI 2.03%

Seperti kita lihat data yang ada di atas bahwa penyakit ngorok CRD kompleks masih terlihat unggul dari penyakit yang lain nya.
dan kita banding kan dengan penyakit CRD kompleks yang menyerang ayam petelur.
Kolera 17.19%
korisa 13.6%
ND 13.29%
cacingan 11.15%
CRD 10.08%
colibacillosis 7.26%
CRD komplek 3.97%
Gumboro 3.74%
ILT 2.98%
IB 2.9%

Dalam tangga penyakit yang menyerang ayam peleur menunjukan bahwa penyakit ganas ngorok CRD komplek menduduki urutan ke-7.


Jadi kesimpulan dari data di atas bahwa penyakit CRD kompleks "yang berbahaya itu" pada ayam dewasa atau ayam petelur tidak sampai menimbulkan kematian yang terlihart secara signifikan.
walaupun kadar kesakitan terhadap ayam tersebut sangat tinggi.

jadi berhati2 lah terhadap penyakit ngorok pada ayam broiler,

jadi harus di anggap serius jika terjadi kelainan prilaku ayam atau kondisi ayam yang terkadang terlihat sederhana dan tidak berbahaya.

seperti pada penyakit ngorok tadi, terkadang seorang peternak banyak yang menganggap penyakit ngorok adalah penyakit ringan dan seperti hal yang sudah biasa, sering kali tidak di ambil tindakan yang serius untuk di tangani.


walaupun demikian penyakit ngorok sangat mudah untuk di deteksi dan di ketahui ayam tersebut ngorok.
coba saja untuk contoh, mati kan lampu [pada malam hari] atau periksa ayam ketika ayam tersebut sedang tidur.

kalau ayam broiler tersebut tidurnya bersuara atau seperti mendengkur, berarti menandakan bahwa ayam tersebut sudah terkena penyakit ngorok.

alangkah baiknya segera lah anda memberikan antibiotik yang bisa mencegah penyakit ngorok tersebut, dan jika tidak di ambil tindakan yang baik, di takutkan penyakit E.coli akan masuk kedalam tubuh ayam dan menjangkit secara perlahan dan akan terjadilah penyakit yang sangat berbahaya yang di sebut dengan CRD komplek.

jadi untuk pemilihan obat CRD komplek , yang saya pernah gunakan adalah produksi dari medion maaf bukan promosi, hanya sekedar berbagi saja, dan sangat gampang untuk di dapatkan di poultry shop terdekat anda, misalnya:
  1. Doxityn
  2. Trimezyn
  3. Respiratrek
  4. neo meditril
  5. Doctril
  6. Gentamin
  7. dan lain lain

anda bisa memilih salah satu obat2 antibiotik tersebut dan ikuti cara pemakaian nya seperti yang telah di rekomendasikan oleh pabrik pembuat obat untuk penyakit ngorok tersebut.

dan sangat di anjurkan sekali bahwa setiap 4 periode pemeliharaan, pemakaian obat2 atau antibiotik harus di lakukan penggantian, maksudnya untuk mencegah terjadinya resistensi obat pada ayam.

 

Menghitung Berat Rata-rata ayam


Misalkan untuk ayam jenis broiler atau grower, berat badan ayam jika kita timbang hanya mencapai (berat maximum) tidak melebihi 5kg, 

Jika ayam tersebut beratnya tidak melebihi 5 kg, maka sebaiknya timbangan yang sesuai untuk menimbang ayam tersebut gunakan lah timbangan yang 5kg (jenis salter juga tersedia) 

Contoh: Seperti timbangan jenis salter misalnya, untuk jenis salter kapasitas maximum nya berbeda2, 
ada yang:
  • 5 kg
  • 10 Kg
  • 50 kg
  • 100 kg
  • 150 kg
  • 200 kg dan lain-lain

Untuk Ayam layer dari umur 32 minggu sampai umur 65 Minggu , sebaiknya menggunakan timbangan yang kapasitas maximum nya 10 kg.

Kesimpulan:
Jika menggunakan timbangan yang kurang sesuai dengan kebutuhan (tergantung berapa berat yang kita mau timbang), nantinya ke akuratan hasil timbangan akan tidak menghasilkan rata2 yang seimbang.
Contoh Kesalahan menggunakan timbangan:
Jika seorang peternak ingin mengetahui rata2 berat badan dalam kandang yang di peliharanya, sedangkan berat badan ayam (umur masih kecil) hanya 200 sampai 500 gram/ekor;  peternak tersebut menggunakan timbangan berkapasitas maximum 10 kg, nah apakah berat ayam yang di timbang bisa di rincikan dengan sempurna??? pastinya kurang tepat.

Tetapi jika menggunakan timbangan yang 5 kg peternak akan mengetahui rincian kecil dari timbangan tersebut, jadi gunakan lah timbangan yang sesuai dengan kebutuhan.
JADI BAGAI MANA  cara menghitung berat badan ayam?
Harus anda ketahui bahwa ayam yang akan kita ambil dan di gunakan sebagai samples timbangan harus 10 % dari total ayam yang ada di dalam kandang anda.

Misalkan anda memelihara ayam dengan total 1000 ekor, jadi ayam yang harus di timbang adalah sekitar 100 ekor.
kalau tidak bulat 100 ekor juga tidak masalah , misalkan : 90 ekor s/d 110 ekor,
akan tetapi jangan kurang dari 70 ekor
dan jangan lebih dari 140 ekor
Karena kita akn menghitung ayam dalam 10% .

Contoh di bawah ini
 
Scala =  total ayam
300 = 0
320 = 0
340 = 2
360 = 2
380 = 1
400 = 5
420 = 3
440 = 7
460 = 12
480 = 7
500 = 7
520 = 7
540 = 5
560 = 3
580 = 1
600 = 0
620 = 0
=========
Total ayam yang di timbang adalah 62 ekor

Keterangan:
Angka 300 s/d 620 adalah angka scala di dalam timbangan.
kemudian angka yang setelah = adalah , total ayam yang di timbang,

Contoh:
perhatikan angka di scala 340 = 2
artinya ayam yang beratnya 340gram ada 2 ekor. dan seterus nya. jika di total ayam tersebut semuanya ada 62 ekor ayam. silahkan di perhatikan kembali ,


Cara menghitung nya adalah:
Kita bisa menggunakan calculator dengan fungsi memory,
misalkan
340 x 2 (tekan M+) pada calculator anda.
360 x 2 (tekan M+) pada calcilator anda.
380 X 1 (tekan M+)
400 X 5 (tekan M+)
dan seterus nya sampai angka paling terakhir yaitu
580 x 1 (tekan M+) pada calculator anda.
Kemudian terakhir tekan MR atau MRC
Dan akan menghasilkan  29100 gram.
Artinya Total berat, yang di hasilkan dari 62 ekor ayam yang di timbang adalah 29100 gram. jadi untuk mengetahui hasil Rata-rata nya adalah:

29100 di bagi 62 ekor = 469.3 gram / ekor ayam.
sampai di sini yang kita hasilkna adalah menghitung rata2 berat badan ayam saja, jadi bagai mana untuk mengetahui Berapa persen rata2 ayam yang ada di kandang kita?

Untuk Menghitung persentase dari hasil contoh di atas adalah:
Kita sudah mengetahui rata rata ayam nya yaitu.
29100/62 = 469.3 gram /ekor.
kemudian kita harus mencari ayam yang beratnya Kurang dari 10 %
Dan ayam yang yang beratnya  lebih dari 10 %

Caranya:
Untuk mengetahui berat ayam yang kurang dari 10 %
469.3 di kurangi 10% , hasilnya 422 gram (karena di scala timbangan hanya menggunakan bilangan bulat , maka kita bulatkan saja menjadi 420 gram.)
Untuk Mengetahui ayam yang beratnya  lebih dari 10 %
469.3 di tambah 10% hasilnya adalah 516 gram (Karena di scala timbangan hanya menggunakan bilangan bulat, maka kita bulatkan saja angka 516, menjadi angka 520 gram)

Nah sekarang kita sudah mengetahui berat ayam yang kurang dari 10% yaitu 420 gram , dan ayam yang lebih dari 10 persen yaitu 520 gram.
catatan:
Ayam yang beratnya kurang dari 10%  adalah termasuk ayam dalam kategori kecil (di bawah rata2)
Dan ayam yang beratnya lebih dari 10 % adalah termasuk ayam dalam kategori besar atau paling besar (di atas rata-rata)

Jadi kita lihat kembali kedalam scala timbangan kita di atas, kita tandai dan hitung ayam yang beratnya
  • Kurang dari 10 %  (yg beratnya kurang dari 420) ada berapa ??
  • dan yang lebih dari 10 %  (yg beratnya Lebih dari 520) ada berapa ??
Didalam contoh ini (scala yang di atas) ayam yang beratnya kurang dari 420 ada: 10 ekor.
bagai mana mengetahuinya? 
kita lihat di posisi
scala 340 ada 2 ekor, scala 360 ada 2 ekor,  dan di scala 380 ada 1 ekor, total ayam yang kurang dari 420 adalah : 10 ekor.

Dan ayam yang Lebih dari 520  gram ada 9 ekor.
bagai mana mengetahuinya??
Kita lihat posisi:
scala 540 ada 5 ekor, scala 560 ada 3 ekor, 580 ada 1 ekor, dan total 9 ekor.
Jadi ayam yang Tidak termasuk ke dalam rata2  adalah 19 ekor ( ayam yang kurang dari 10% dan ayam yang lebih dari 10%)

Semua sudah kita ketahui, jadi untuk menghasilkan persentase nya adalah:
62 ekor dikurangi 19 = 43 
43 di bagi 62 di kali 100 (atau 43 di bagi 62 tekan tombol % pada calculator anda)
====
Hasilnya adalah 69.3%

62 = 29100
Avg(rata2)= 469 gram
<420 s/d 520>
69.3 %
====

Keterangan:

62 = Total ayam yang di timbang.
Avg = 469 ( rata2 ayam per-ekor)
<420 = ayam yang beratnya kurang dari 10 % (ayam kecil)
520 > = Ayam yang beratnya lebih dari 10 % (ayam paling besar)
69.3% = Rata-rata ayam dalam persentase , jadi 69.3%  ke seragaman ayam yang ada di dalam kandang tersebut (yang kita timbang tadi)

MENGENAL PENYAKIT PETERNAKAN UNGGAS DAN CARA PENGOBATAN


OBJEKTIF-OBJEKTIF
  • Untuk meningkatkan pengetahuan tknikal peternak / petani unggas.
  • Mengingkatkan mutu pengurusan farm peternakan Mengontrol penyakit2 unggas.
  • Menghasilkan daging yang bermutu dengan harga yang mampu bersaing.
  • Memajukan mutu produksi pe-ternak.
  • Memaksimalkan keuntungan farm peternakan.

SITUASI SEKARANG DI INDUSTRI PETERNAKAN
  • Harga makanan, vaksin, obat2an yang sangat tinggi
  • Ini akan mengakibtkan biaya yang sangat tinggi
  • Tetapi harga jual sangat rendah
  • Akibatnya,
  • Keuntungan yang sangat kecil bagi pihak pengusaha (peternak)
BAGAIMANA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN?
  • Meningkatkan persentase dan berat tangkapan dan memperbaiki kadar penukaran anak ayam dengan cara?
  1. Perancangan berdedikasi
  2. Amalan pengurusan yang baik dan berkesan
  3. Menghindari/menjauhi dari penyakit2 ayam
  4. mencegah penyakit sebelum tantangan datang.
PENYAKIT
  • Penyakit berlaku apabila terdapat gangguan2 sistem organ badan yg menyebabkan ia tidak boleh berfungsi dengan sempurna
  • Penyakit biasanya diakibatkan dari beberapa faktor
  1. ketahanan tubuh / antibodi ayam yang lemah terhadap penyakit, yang disebabkan faktor2 tidak langsung seperti tekanan suhu.
  2. Ini menyebabkan faktor langsung menyebabkan kejadian penyakit dalam kelompok ayam
AKIBAT-AKIBAT DARI PENYAKIT
  • Kematian ayam
  • Pengeraman ayam yang akan lemah dan kecil
  • biaya pengobatan yang akan tinggi
  • pertumbuhan ayam yang akan lambat
  • Produksi akan rendah (berat badan)
  • Kadar penukaran/perhitungan makanan yang akan menjulang tinggi (FCR)
  • Mutu daging yang kurang baik
  • Biaya yang akan di keluarkan akan sangat meningkat, dan akhirnya,
  • kehilangan semangat juang, kehilangan keyakinan, dan yang pasti akan kehilangan aset.
SEBAB-SEBAB PENYAKIT TIDAK LANGSUNG
  • Faktor tekanan (stress factor) diantaranya:
  1. Kedinginan / kepanasan
  2. Pengudaraan yang kurang baik/jelek
  3. Ruang pemeliharaan/kandang yang tidak cukup
  4. perhitungan makanan dan minuman yang tidak cukup
  5. keadaan lantai / sekam yang basah dan jelek
  6. Ke-tidak berhasilan pemvaksinan/ tidak ada ketahanan tubuh
  7. Kekurangan bio-sekurity
SEBAB-SEBAB PENYAKIT YANG LANGSUNG
  1. Virus
  2. Bakteri/kuman
  3. Fungus/kulat
  4. Protozoa
  5. Parasit
  6. Pemakanan
  7. Keracunan Kimia
BAGAIMANA PENYAKIT BISA MENYEBAR?
  1. Membawa masuk ayam yang sakit/adanya vektor arau pembawa virus, seperti tikus, orang kampung masuk kekandang (kurang bersih) Lingkungan yang kotor dll
  2. Melalui benda2 yang sudah tercemar seperti : kendaraan, tempat makanan yag tercemar, air minum dan tempat minum yg tercemar,lantai tanah, sekam, sepatu, baju, dan manusia.
  3. Melalui bangkai ayam yang mati akrena sakit, yang tidak di bersihkan dengan sempurna
  4. Melalui air dan makanan ayam, dan karung pakan yang tercemar
  5. melalui tikus burung liar dan hewan lain
  6. melalui udara di kawasan yang sudah tercemar
SEBAB TIDAK LANGSUNG DATI TEKANAN SUHU (HEAT STRESS)
  • Disebabkan oleh suhu sehari2 yang sangat tinggi, kelembaban udara /humidity yg tinggi dan peredaran udara yang kurang baik (ventilasi)
  • Faktor2 pendorong : ayam berat, kandang tidak cukup, kekurangan air, jangkitan sistem pernafasan (E.coli)
  • Tanda2: mulut ayam terbuka atau terengah-engah (panting), sayap dan kaki terbentang, proktasi dan mati
  • PM(hasil dari Postmortem) atau pembedahan ayam: otot dada tercekik, lubang hidung danmulut berlendir.
  • Diagnosis: suhu persekitaran yang tinggi , tanda2 klinikal, PM lessions, dan waktu kematian.
TEKANAN SUHU - HEAT STRESS
  • Sebagai treatment: Menyiapkan suhu kandang yang optimal, air dan pengudaraan yang mencukupi, Elektrolit dan vitamin.
  • PENCEGAHAN:
  1. Kandang dengan ketinggian yang optimal, perlindungan atap kandang, kalau mengguanakan seng, hindari dengan memakai seng yang di cat warna hitam, pendinginan dengan menggunakan kipas dan yang mengeluarkan percikan air.
  2. Meningkatkan pengudaraan kandang secara melintang.
  3. Pemberian makan pada keadaan suhu dingin, menambah kan ruang atau tempat pemeliharaan
  4. Langkah kebarsihan menghindari dari jangkitan E.coli
TEKANAN DINGIN - COLD STRESS
  • Penyebabnya: sekam lantai sedikit, Suhu perindukan/eraman yang rendah (brooder)
  • Akibatnya: ayam akan berkerumun, tidak lincah, tidak ada selera makan / malas makan
  • Tanda2: Lemah, ketandusan air badan, dan mati
  • PM: karkas kurus, pucat, sarap didalam tembolok dan perut, kaki kurus, kantung yolka tidak terserap
  • Rawatan: Memperbaiki suhu indukan/eraman/brooding. dan membuang ayam yang sudah lemah, dikarenakan ayam yang lemah akan menularkan berbagai jenis penyakit kepada ayam yang sehat
  • Pencegahan: Amalkan pengurusan ternakan yang baik.
PENGURUSAN
  • Amalan pengurusan ternakan yang baik (GAHP) ini sangat penting untuk perlakuan terbaik (B.wt & FCR)
  • pengurusan yang jelek mengakibatkan tidak sama rata terhadap pertumbuhan ayam, pembuangan, kematian berat badan rendah dan FCR yang tinggi
  • Sebab2: ruang pemeliharaan kurang mamadai, suhu ruang makan dan minum, dan kuantiti, sekam atau alas lantai dan pengudaraan
  • Rawatan: Pengasingan ayam2 yang lemah dan memeberi jagaan yang rapi
  • Pencegahan: Ikuti peraturan "Good animal husbandry practies''
VENTILASI - ASITES
  • Sebab: oksigen rendah, tekana yang dingin di brooder/ eraman, kerusakan tisu paru2 di sebabkan jangkitan, debu, mutu udara yang jelek, amonia di dalam kandang tinggi
  • Tanda: Muka dan jengger, vial, berwarna biru kegelapan, biasanya dsapat dilihat pada umur 4-5 minggu. mulut terbuka dengan bunyi yang ngorok
  • PM: 1. abdomen mengembung, kulit mengalami kongesi berwarna merah kegelapan, berlendir jernih kekuningan terkandung dalam kaviti badan. 2. jantung bengkak dan pucat, paru2 berwarna sedikit kelabu, 3. Hati menjadi satu dan bengkak. permukaan di selimuti benda berbentuk salju.
  • Diagnosis: Penemuan PM
  • Pencegahan: Pengurusan eraman, memperbaiki pengudaraan dan mutu udara, kawalan suhu dan bio-sekurity, Mutu makanan ayam.
QUALITY SEKAM (LANTAI) DAN PERFORMANCE
  • Selalu tidak diperhatikan oleh peternak, ayam pedaging tidak akan baik dalam keadaan sekan lantai yang jelek
  • Sekam basah : mendorong kepada pembiakan kuman, dan menghasilakan gas2 yang berbahaya (amonia)
  • Akibatnya : lepuh dada. kulit luka, kawasan berkoreng, mutu daging rendah, dan akan menimbulkan berbagai penyakit lainnya.
  • Sebab2 sekam lantai basah: Mutu saraf dan ketebalannya, udara, makana, air, tai ayam basah, kebocoran air.
  • Pencegahan: Memperbaiki kesalahan di atas tersebut.
LEPUH DADA - BREAST BLISTER
  • Keadaan rumit yang berhubung dengan cedera, kelemahan kaki, dan jangkitan stafilokokus
  • Kekerapan: sehingga 50% daging ayam ditolak karena tidak sesuai untuk dimakan
  • Sebab2: lantai basah dan gumpal, dan liputan bulu tidak rapi
  • Tanda: bagian dada mengembung dengan terluka
  • PM: bursa sterna bengkak dan dalam kasus kronik tisu keras
  • Diagnosa: Berdasarkan tanda2 klinikal dan PM
  • Rawatan: tidak ada
  • Pencegahan: pengurusan sekam dan menjaga kesehatan kaki ayam
MASALAH-MASALAH KAKI
  • Masalah kaki ayam broiler mengakibatkan pemusnahan dan mutu daging kurang baik, masalah berlaku di awal pemeliharaan
  • SEBAB-SEBAB: jangkitan dan bukan jangkitan
  1. Pemakanan: ketidak seimbangan Ca, P, VitD3 dan kekurangan Zinc, manganese, biotin dan kerracunan Mycotoxin
  2. Tempat makanan yang kurang cukup
  3. Kecedraan fisikal, jangkitan virus dan kuman
  4. Lantai basah, lantai tidak rata, kalau yang di lantai atas, biasanya celahan lubang lantai yang terlalu besar, atau terlalu kecil
  5. Akibatnya: Kematian, ayam banyak lemah yang mengakibatkan banyak ayam yang di bunuh. dan anda akan mengalami kerugian
  6. Rawatan: Menghindari dari sebab2 kejadian
SEBAB-SEBAB LANGSUNG JANGKITAN VIRUS UMUM
  1. Penyakit bursal menular (IBD, GUMBORO)
  2. Penyakit Newcastle (ND, NCD)
  3. Bronkitis menular (IB)
  4. Penyakit selesema burung (A1, Bird flu)
PENYAKIT INFECTIOUS BURSAL (IBD, GUMBORO)
  • Merupakan penyakit akut, resiko tinggi menjangkiti pada ayam muda
  • Biasanya terdapat di dalam kawasan ternakan yang padat, menyebabkan ketahanan badan ayam menurun
  • Menular: Berhubungan secara terus menerus melalui benda2 tercemar&burung liar
  • Tanda2: Bulu kusut, Menggigil, mencret dengan warna keputihan, dan sering mematuk anus,
  • PM: 1 Bursa berkembang dengan berlendir bergelatin, pendarahan bertumpuk pada lubang bursa, otot dada dan paha
  • 2- ginjal bengkak, pucat urates, dan pendarahan di perbatasan perut dan empedal
  • IBD sub klinikal: ketahanan badan menurun
  • Diagnosa: Penemuan PM, Sejarah kelompok ayam, ujian laboratorium
  • Akibatnya: kegagalan pemvaksinan, tantangan jangkitan pernafasan, dermatitis bergangre, enteritis nekrotik
  • Pencegahan: Bio-sekurity, tatacara pemvaksinan yang betul, dan gunakan vaksin yang sesuai di kawasan tertentu
  • Perawatan: Tidak ada, dukungan saja yang bisa dilakukan, dengan meningkatkan suhu kandang, pengudaraan dan air minum.
PENYAKIT NEWCASTLE (ND, NCD)
  • Penyakit berwabak/menular, menjangkit pada semua unggas pada semua peringkat umur
  • sebab2: kelompok ayam berbagai umur, biosekurity kurang baik, pemvaksinan tidak berkesan
  • Tanda2: bunyi kasar pada rongga mulut dan disertai dengan ngorok, lubang hidung berair, mulut terbuka, lumpuh, menggigil, menyentak kepala kebelakang
  • Kadar kematian : 10 hingga 80%
  • Menyebar melalui: melalui udara (sejauh 5km), bahan tercemar manusia dan burung liar
  • Burung pembawa/penyimpan virus, burung kampung atau burung peliharaan kesayangan anda.
  • PM: Pendarahan di dalam perut, ulser dan usus membentuk butang(seperti melingkar)
  • Rawatan: tidak bisa dirawat
  1. Hanya bisa memberi dukungan saja seperti antibiotik untuk mengawal jangkitan sekunder,
  2. Meningkatkan suhu kandang
  • Pencegahan:
  1. program pem-vaksinan yang baik dan harus berkesan
  2. kebersihan dan kerapihan tempat ternakan
  3. Bio-security
INFECTIOUS BRONCHITIS (IB)
  • Penyakit pernafasan yang sangat mudah dijangkiti penyakit.
  • Tanda: batuk, bersin disertai ngorok, lubang hidung berlendir
  • Menyebar : Melalui udara dalam jarak dekat, mekanika seperti (pakain pekerja, alat2, tempat makanan/minuman dan lain2)
  • Penemuan PM: ginjal bengkak, urate dalam saluran ureter, benda berbentuk keju tergumpal di dalam bronkus, sinus bengkak
  • Kadar kematian: Kurang dari 3minggu: 30-40% lebih dari 5 minggu : rendah
  • Akibatnya: Pengambilan makanan menurun, Berat badan menurun
  • Diagnosis: Laboratorium
  • Rawatan: tiada, hanya supportive dengan antibiotik mencegah jangkitan sekunder
  • Pencegahan : Biosekurity, persekitaran brooding yang optimal

budidaya bebek peking

Bebek Peking merupakan salah satu jenis bebek dalam kategori bebek pedaging, karena itu para peternak bebek peking memanen ternakannya sebagai daging. Olahan makanan dari daging bebek peking sangat bervariasi dan cukup mendapat tempat di masyarakat. Selain itu pertumbuhan bebek peking relatif cepat, sehingga tidak heran bisnis bebek peking ini cukup prospektif untuk ditekuni. Sebagai upaya untuk memaksimalkan budidaya dan bisnis Bebek peking ini telah dikembangkan pola Kemitraan Peternakan Bebek Peking.
Pada awalnya KEMITRAAN PETERNAKAN BEBEK PEKING merupakan upaya menggalang kerja sama dengan peternak yang merupakan masyarakat kurang mampu di daerah sekitar Badek, Pare, Kediri, Jawa Timur untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Akhirnya dengan sentuhan manajerial kemitraan modern peternakan bebek akan menjadi suatu investasi khusus yang berpeluang besar dan cepat untuk berbagi keuntungan antara peternak, pengelola & pemilik modal /investor.
Mengapa Bisnis Bebek Peking
Bisnis bebek peking merupakan peluang bisnis yang cukup potensial, jika anda masih penasaran dengan bisnis ini ada beberapa hal yang membuat peluang bisnis ini layak dipertimbangkan:
1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak itik dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam, apalagi itik yang tergolong tipe pedaging seperti itik peking. Pada umur satu bulan berat itik peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai 3 kg, sedangkan untuk ayam potong (broiler) pada umur yang sama hanya bisa mencapai berat sekitar 1 kg dan 2 kg.
2. Ternak itik diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga menyerang itik, namun akibat yang diderita oleh itik tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana itik amat peka terhadap aflatoxin yaitu jamur pada biji-bijian.

3. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan itik dapat diusahakan dengan memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya serta alat-alat yang digunakan dalam kandang. Bahkan itik dapat bertahan hidup di alam terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka.
4. Dalam usaha peternakan itik yang diusahakan secara ekstensif kita dapat memanfaatkan alam sekitar di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang terbuang sia-sia seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena itik memiliki insting berkelompok (flocking instinct) yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif (digembalakan).
5. Kulit telur itik pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam penanganan (product handling) dan transportasi. Terlebih untuk usaha penetasan telur dan pembuatan telur asin.
6. Pada umumnya unggas air seperti ternak itik dan yang lainnya jarang bahkan bisa dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistik (berkelahi)
7. Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu itik jenis tertentu seperti entok dan yang lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan suttle kock. Ini berarti ada nilai lebih dari limbah yang berasal dari ternak itik.
8. Jika dibandingkan dengan telur ayam ras maka telur itik terkesan lebih dihargai karena telur itik dijual dengan satuan butir/biji sedangkan untuk telur ayam ras dijual dengan satuan kilogram (kg).
9. Secara umum harga produk ternak itik baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengembangkan budidaya peternakan bebek peking karena meningkatnya permintaan pangsa pasar nasional dan internasional terhadap daging bebek tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Pertenakan Babel, Bayodandari, di Pangkalpinang, mengatakan, pemerintah daerah memotivasi para pengusaha dan peternak untuk mengembangkan bebek peking seiring dengan permintaan pasar terhadap daging bebek peking cukup tinggi.

"Pada 2009 ekspor daging peking ke manca negara seperti Singapura, Cina, Jepang, Taiwan berkisar 150 ton dan permintaan pasar nasional berkisar 20 ton pertahun, sementara produksi daging bebek peking terbatas seiring masih kurang minat masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman di lapangan, bebek peking mempunyai kemampuan menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging. Bebek peking mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari dua bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kilogram dan siap panen.

"Hal ini telah dibuktikan peternak bebek peking di Belinyu Kabupaten Bangka yang menjadikan bekas tambang timah dalam mengembangkan bebek peking dan bebek peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kilogram," ujarnya.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi peternak dalam mengembangkan bebek peking yakni ketersediaan bibit yang terbatas dan tingginya pakan bebek peking.

"Kita masih mengandalkan bibit dari Malaysia karena untuk melakukan pembibitan bebek peking harus memiliki ketersediaan SDM dan sarana listrik yang memadai.

Sementara ketersediaan bahan pakan ternak peking, peternak mengandalkan pasokan pakan dari Pulau Jawa dan Sumatera sehingga biaya produksi bebek peking tinggi," ujarnya.

Menurut dia, Bangka Belitung (Babel) bisa mengimpor daging itik atau bebek paking ke sejumlah negara jika didukung oleh sarana yang memadai seperti listrik, pakan ternak dan lokasi pembibitan yang bisa membuat mempercepat perkembangbiakan bebek paking.

"Geografis daerah di Babel cukup mendukung sebagai sentra pembibitan bebek paking jika benar-benar dikelola lebih serius, tentu juga didukung oleh dana yang memadai," katanya.

Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar DOD itik peking dan cara beternak itik jenis pedaging ini. Karena kapasitas kami yang kurang memadai dan waktu yang kami miliki juga sangat terbatas maka kami menurunkan sebuah artikel yang ditulis oleh Bapak Ir. H. Idih Purnama Alam dengan judul “BUDIDAYA ITIK PEKING (PEKING DUCK)”. Beliau adalah pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadi sangat pas lah ketika pakar dan ahlinya yang berbicara. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada pertanyaan dari pembaca seputar produk ini kami akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan dan kapasitas kami, insyaallah. Semoga bermanfaat.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa perkembangan perunggasan sejak awal tahun 2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak mengakibatkan terpuruknya usaha di bidang perunggasan, baik itu peternak ayam ras (petelur/pedaging), ayam buras maupun peternak itik. Dimulai dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit avian influenza (AI) atau yang lebih populer dengan sebutan penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan perunggasan secara menyeluruh.Pembangunan sub sektor peternakan tidak bisa terlepas dari kegiatan pembangunan pertanian, karena pembangunan sub sector peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, hal ini sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh bapak presiden republik indonesia pada tanggal 11 juni 2005 tentang revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan (RPPK) di mana peternakan termasuk di dalamnya.
Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam pengembangan pembangunan peternakan fokus yang paling menonjol dan perlu mendapat perhatian serius adalah komoditi perunggasan, hal ini disebabkan dengan banyaknya kasus penyakit ai maupun kenaikan harga pakan serta penurunan minat masyarakat terhadap budidaya unggas terutama unggas berupa ayam buras, malahan tidak sedikit kasus penyakit ai ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga pembangunan perunggasan perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bisa menciptakan terobosan alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging yang berasal dari unggas.
Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komoditi lain selain ayam ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu unggas air berupa itik peking (peking duck). Di mana peking duck mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong.hal ini telah dibuktikan oleh peternak di kapetakan kecamatan kroya kabupaten Cirebon di mana itik peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan Juni 2007.
Dengan melihat kondisi seperti tersebut di atas kami mencoba membuat tulisan mengenai budi daya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan bisa dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan.
Maksud dan Tujuan
Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik peking ini antara lain:

  1. Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik).
  2. Merubah pola usaha unggas air (itik) dari yang nomaden ke arah yang intensif.
  3. Menjadikan usaha unggas air (itik) menjadi usaha pokok masyarakat.
  4. Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh).
  5. Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas.
Sedangkan tujuan dari budi daya itik peking (peking duck) ini antara lain:
  1. Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas.
  2. Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik.
  3. Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.
  4. Mengurangi tingkat pengangguran.
  5. Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat
  6. Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll.
Permasalahan
Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik permasalahan yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap permasalahan perlu dicarikan alternatif pemecahannya. Masalah itik peking ini ada sedikit permasalahan yang kiranya perlu diambil langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul pada saat ini diantaranya :
  1. Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging import.
  2. Budidaya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif sedikit.
  3. Penyediaan bakalan (DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas.
Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking (Peking Duck)
System pemeliharaan
Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak itik, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil.
Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik) dikenal dengan system pemeliharaan yaitu:
  1. System pemeliharaan extensif
  2. System pemeliharaan semi intensif
  3. System pemeliharaan intensif
System pemeliharaan extensif, di mana pada system ini ternak-ternak dipelihara dengan cara di abur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami misalnya di daerah-daerah persawahan yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan system extensif.
Pemeliharaan dengan system semi intesif, di mana ternak-ternak yang di pelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami
Sedangkan pemeliharaan yang intensif, ternak-ternak peliharaan selalu di tempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.
Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih tepat apabila dilaksanakan dengan system intensif, hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang prima.
Dalam usaha budi daya itik peking (peking duck) ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan untuk budi daya penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (satu) tahapan pemeliharaan.


Tahapan Pemeliharaan Pembibitan :
A. Pemeliharaan anak (masa starter)
Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat itik peking (peking duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari, di mana anak-anak itik dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak itik tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai penghangat tubuh, serta anak itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 - 21% kadar protein dan lebih dikenal dengan pakan “starter”. Setelah umur 14 hari anak itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan (pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (grower). Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang box, untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari sedangkan dari umur 15 - 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar. Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 - 15 ekor/m2.
B. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower)
Periode pemeliharaan itik peking pada masa pertumbuhan/masa grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah itik peking (peking duck) betina sebagai calon bibit pengganti /replacement stock atau persediaan bibit dan juga itik peking jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti. Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Pada periode ini itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 - 8 ekor/m2.
C. Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur
Itik peking/peking duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikategorikan sebagai itik layer karena pada saat ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa , kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan banding 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber dod yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 - 5 ekor/m2.
Tahap Pemeliharaan Penggemukan
Untuk pemeliharaan itik peking/peking duck dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari itik berumur 1 (satu) hari sampai itik peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.
Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging yang dihasilkan antara itik peking/peking duck dengan ayam ras pedaging akan lebih unggul itik peking, di mana untuk itik peking dengan waktu pemeliharaan sekitar 53 - 55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2 - 1,5 kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan diperoleh berat daging itik peking melebihi berat dari pada ayam ras pedaging. Silahkan buktikan!
Sistem Perkandangan
Sistem perkandangan dalam budi daya itik peking/peking duck bisa dikenal 3 tipe kandang diantaranya :
1. Tipe kandang battery
Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor itik peking/peking duck dewasa, dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x 35 cm). Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan (insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam insiminasi buatan dengan istilah inseminator. Pada tipe kandang ini kondisi ternak maupun produksi telur dari pada itik peking/peking duck bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi atau rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah terkontrol.
2. Tipe kandang postal
Dalam usaha ternak itik yang menggunakan tipe kandang postal, di mana ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak tertentu, di mana pemberian makan dan minuman ditempatkan di dalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada di dalam ruangan, biasanya tipe ini dalam pemeliharaan itik hanya digunakan untuk itik starter dan grower/masa pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk itik periode layer. Kapasitas itik untuk tipe kandang postal ini tergantung dari pada jenis itik yang dipelihara apakah jenis itik starter atau itik grower, untuk umur itik periode starter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 - 15 ekor/m2, sedangkan apabila digunakan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 - 8 ekor/m2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 - 5 ekor/m2.
3. Tipe kandang ranch
Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang postal, di mana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat ternak juga di bagian luar/di halaman depannya disediakan halaman tempat bermain yang biasa dikenal dengan nama kandang umbaran yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh di waktu siang hari, hal ini disebabkan itik peking merupakan jenis unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus disediakan air untuk pendingin tubuhnya. Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang intensif. (fn/gu/vb/st)

penyakit koksi dan pengendalian


Coccidiosis
            Penyakit koksi di kategori kan sebagai penyakit parasit, penyakit koksi ini sudah lama terkenal di peternakan unggas, jadi semua orang (peternakan) pasti sudah mengetahui atau tahu tentang penyakit yang bernama koksi. Penyakit koksi ini sering di tandai oleh penyakit lain seperti enteritis dan diare berdarah. Dan sering di tandai oleh adanya kandungan darah pada tinja, dan jika di amati lebih jauh, ayam yang terkena penyakit koksi, kondisi ayam kurang ceria, seperti bulunya kusut, seperti tidur atau mengantuk, sebagian bulu terlihat berdiri, dan terkadang sayap ayam terkulai ke bawah.

Ciri ciri koksi lain nya seperti:
  • Kandungan darah pada tinja
  • Daerah kloaka berdarah
  • ayam terlihat seperti dehidrasi yang tinggi.
            Ketika di lakukan pemeriksaan PM (post mortem) Akan terlihat pendarahan pada bagian dinding usus.
            Untuk perawatan atau treatment pada ayam yang menderita penyakit koksi,
berikan obat yang mengandungi:
  • Sulfadimethoxine
  • sulfaquinoxaline
Untuk suplement atau vitamin yang berfungsi sebagai pemulihan , di antaranya boleh memberikan vitamin:
  • Vitamin A
  • Vitamin K
Pencegahan:
Berikan vaccine koksi pada usia ayam 5 hari, vaccine koksi banyak tersedia di poultry shop, yang menyediakan obat2an dan vitamin.

Tips:
 jika ayam masih di brooder, upayakan makanan ayam selalu bersih dan segar, dan tidak tercampur dengan tinja ayam, yang akan mengakibatkan ayam yang lain memakan makanan yang kotor.

Ketika anda memberikan makanan yang berbeda, misalkan ketika umur ayam sudah 1 minggu, anda mau mengganti dari makanan jenis A , ke makanan jenis B (misalnya)

Jadi jangan memberikan makanan jenis (B) secara langsung, untuk menghindari stress terhadap pencernaan ayam, yang akan memicu koksi tersebut, sebaiknya jika anda mau mengganti makanan dari jenis A ke jenis B (misalnya) perhatikan di bawah ini.
Hari
Makanan A
Makanan B
1
75 %
25 %
2
75 %
25 %
3
50 %
50 %
4
50 %
50 %
5
25 %
75 %
6
-
100 %
Hindari sekam yang basah
Usahakan sekam selalu kering, dan kandungan amonia harus di bawah paras 20ppm, Jika terlihat sekam basah, sebaiknya segera membuang dan ganti dengan sekam yang baru.
terimakasih

Rabu, 07 Desember 2011

vaksinasi


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.   Latar belakang
Vaksin adalah mikroorganisme yang dilemahkan dan apabila diberikan kepada ternak tidak akan menimbulkan penyakit, melainkan untuk merangsang pembentukan antibody (zat kebal) yang sesuai dengan jenis vaksinnya. Tujuan vaksinasi adalah membuat ternak mempunyai kekebalan yang tinggi terhadap satu peyakit tertentu. Dan hasil nyata yang akan diperoleh dari program vaksinasi adalah tingkat kesehatan dan produktivitas. Macam macam vaksin :
Vaksin aktif (live vaccine) adalah vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan hidup, tetapi sudah dilemahkan, yang akan tumbuh dan berkembang baik dalam tubuh induk semang yang divaksin. Vaksin inaktif (killed vaccine) adalah vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan mati (dimatikan), biasanya di dalamnya dicampurkan atau ditambahkan oil adjuvant
Faktor yang dapat menyebabkan kualitas vaksin menurun :
  1. Penyimpanan tidak sempurna (tidak pada suhu 2-8°C)
  2. Terkena sinar ultraviolet (sinar matahari secara langsung)
  3. Tercemar bahan-bahan kimia seperti desinfektan, kaporit, detergent dan lain sebagainya
  4. Pengenceran yang berlebihan sewaktu digunakan
  5. Tercemar logam-logam berat seperti Zn (seng), Pb (timbal), dan Hg (air raksa)
Vaksin yang banyak beredar di lapangan dan banyak digunakan pada ayam umumnya untuk mencagah penyakit yang disebabkan oleh virus (karena virus tahan terhadap obat antibiotika). Vaksin tersebut antara lain vaksin AI, gumboro, ND, cacar, IB,dan mareks. Ada juga beberapa vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti vaksin kolera dan coryza.
           

BAB 2
ALAT DAN BAHAN
·         ALAT
ü  Vaksin
ü  Jarum suntik
ü  Tisu
·         BAHAN
ü  Ayam



BAB 3
METODOLOGI
Vaksinasi melalui tetes mata (intraocular), hidung (intranasal), dan mulut
Pelaksanaan vaksinasi melalui tetes mata, hidung, dan mulut biasanya untuk ayam yang berumur di bawah 1  minggu dengan maksud untuk mencegah netralisasi vaksin oleh antibody maternal (bawaan dari induk). Cara ini cukup memakan waktu dan tenaga karena dilakukan per ekor ayam, tetapi kelebihannya sangat efektif karena dosis tepat dan merata untuk setiap ayam. Untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi sebaiknya dilakukan secara bersama-sama (lebih dari dua orang). Langkah-langkah pelaksaaannya adalah sebagai berikut:
  1. Pelarut  dimasukkan ke dalam botol vaksin setengahnya, kemudian kocok sampai tercampur rata, usahakan jangan sampai berbuih
  2. Campuran larutan dan vaksin yang sudah rata pada botol tersebut dimasukkan lagi ke dalam botol pelarut dan kocok lagi perlahan agar tercampur rata
Teteskan satu persatu pada ayam melalui mata atau hidung atau mulut, jangan tergesa-gesa tunggu sampai betul-betul masuk
Vaksinasi dengan cara penyuntikan
Vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin, lokasi penyuntikan dapat di daerah di bawah kulit (subcutan) yaitu pada leher bagian belakang sebelah bawah dan pada otot (intramuscular) yaitu pada otot dada atau paha. Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  1. Alat suntik yang akan dipakai harus bersih dari sisa pemakaian sebelumnya, kemudian lepaskan bagian-bagian alat suntik dan sterilkan lebih dulu dengan cara direbus selama 30 menit dihitung mulai saat air mendidih
  2. Kocok terlebih dahulu vaksin dengan hati-hati hingga tercampur rata (homogen) sebelum digunakan
  3. Suntikkan vaksin pada ayam dengan hati-hati sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan. Untuk 1000 dosis vaksin dilarutkan dalam 500 cc aquades, untuk 500 dosis vaksin dilarutkan dalam 250 cc aquades dan demikian seterusnya. Setiap ekor ayam disuntik dengan dosis 0,5 cc pada otot dada
Vaksinasi dengan cara penyuntikan harus dilakukan sevara hati-hati. Bila dilakukan dengan ceroboh mengakibatkan kegagalan dan akan berakibat fatal. Akibat fatal yang mungkin terjadi antara lain ayam menjadi stress sehingga kematian tinggi pasca penyuntikan, leher terpuntir (tortikolis), terjadinya abses (kebengkakan) pada leher, terjadi infeksi bakteri secara campuran dan ayam menjadi mengantuk kurang bergairah.














BAB 4
HASIL PENGAMATAN
NO
Umur
Jenis vaksin
Dosis
Metode  (cara)
1
3 bulan
laktosa
O,5 ml
Injeksi

Cara kerja : vaksin dicampur dengan air yang sudah di sediakan oleh pabrik tersebut, dan pencampuran vaksin tersebut sudah sama yang perbandingannya, kemudian campur sampai rata atau dipindah satu botol ke botol yang lain selama 3 kali perpindahan, kemudian setelah tercampur rata, kemudian vaksin diambil dengan jarum suntik lalu suntikan kea yam di bagian dada, dan penyuntikan harus hati hati jangan sampai mengenai tulang dari ayam, dan tidak boleh juga terlalu pendek ketika menyuntik di kawatirkan vaksin tidak masuk ke ayam tersebut, penyuntikannya yang benar adalah di dagingnya, biasanya penyuntikan ini dilakukan dibagian paha, dada dan leher pada ayam. Serta ketika menyuntik jarum dalam kemiringan 45˚ agar memasukkannya lebih gampang.

No
Umur
 Jenis vaksin
Dosis
Metode (cara)
1
3 bulan
laktosa
0,5 ml
Cekok

Cara kerja : Keterangan          : Vaksin dicampur dengan cairan yaitu berupa aquades, yang sudah ada dari pabrik tersebut, kemudian dikocok, setelah kedua cairan tercampur  rata kemudian cairan tersebut diambil dengan alat suntik, kemudian jarum dilepas dan selanjutya masukkan kedalam mulut ayam usahakan waktu penyemprotan tepat pada dinding tenggorokan hal ini supaya ayam tidak tersedak.




No
Umur
Dosis
Jenis vaksin
Metode
1
3 bulan
1 sampai 3 tetes
ND Hisser B 1
Tetes mata dan hidung

Keterangan      : Vaksin yang masih beku kering dicairkan dahulu kemudian dicampur dengan larutan, dengan perbandinan 1:1 kemudian dikocok seperti angka delapan supaya  kedua cairan itu bisa bercampur merata, setelah tercampur cairan tersebut bisa langsung diteteskan (digunakan) kemata, hidung.




BAB 5
PEMBAHASAN
Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan ternak untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif.
Dengan adanya vaksin sangat membantu para peternak untuk meningkatkan system kekebalan tubuh pada hewan ternaknya,sehingga ternak kuat terhadap serangan penyakit, pemberian vaksin ibarat kita membuat benteng untuk menahan serangan lawan sehingga kita memiliki kekuatan untuk menahan serangan tersebut.ada beberapa cara untuk melakukan vaksinasi salah satunya dengan injeksi,tetes,dan cekok,semua cara tersebut baik untuk dilakukan tinggal bagaimana kita melaksanakan..
Adapun berapa perbedaan-perbedaan dari vaksin, hal tersebut bisa kita lihat dari segi pemberian pada umur, metode pemberian dan dosis yang diberikan. Dan pada praktikum kali ini kita melakukan metode yang kita sebut dengan Live metode ini meliputi pemberian vaksin melalui beberapa cara diantaranya adalah tetes pada hidung, tetes pada mata, injeksi, dan metode cekok. Dari keempat cara tersebut tentunya ada tujuan dan memiliki peranan yang sama tergantung kita saja lebih mantep yang mana. Hal yang membedakan pada pemberian dosis karena hal ini sangat perlu diperhatikan terutama  dilihat dari usia ternak tersebut. Hal ini karena virus yang menyerang pada usia saat ini tidak akan sama dengan yang menyerang pada usia berikutnya. Akan tetapi yang harus di perhatikan juga adalah cara menyimpan dan memberikan vaksin pada ayam, banyak peternak yang salah menggunakan vaksin karena cara penyimpanan dan cara pemakaiannya. Vaksin tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan cara pemakaian harus diperhatikan, tetapi cara pemakaian vaksin biasanya sudah tertera pada label dari vaksin tersebut.
           

BAB 6
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum bahwasannya saya dapat mengetahui tata cara menggunakan vaksin dan mencampur vaksin dengan benar, serta vaksin memberi pengaruh besar pada kekebalan tubuh ayam. Hal ini harus di perhatikan dengan benar benar supaya tidak ada kesalahan ketika kita beternak ayam.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com