Powered By Blogger

Rabu, 07 Desember 2011

vaksinasi


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.   Latar belakang
Vaksin adalah mikroorganisme yang dilemahkan dan apabila diberikan kepada ternak tidak akan menimbulkan penyakit, melainkan untuk merangsang pembentukan antibody (zat kebal) yang sesuai dengan jenis vaksinnya. Tujuan vaksinasi adalah membuat ternak mempunyai kekebalan yang tinggi terhadap satu peyakit tertentu. Dan hasil nyata yang akan diperoleh dari program vaksinasi adalah tingkat kesehatan dan produktivitas. Macam macam vaksin :
Vaksin aktif (live vaccine) adalah vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan hidup, tetapi sudah dilemahkan, yang akan tumbuh dan berkembang baik dalam tubuh induk semang yang divaksin. Vaksin inaktif (killed vaccine) adalah vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan mati (dimatikan), biasanya di dalamnya dicampurkan atau ditambahkan oil adjuvant
Faktor yang dapat menyebabkan kualitas vaksin menurun :
  1. Penyimpanan tidak sempurna (tidak pada suhu 2-8°C)
  2. Terkena sinar ultraviolet (sinar matahari secara langsung)
  3. Tercemar bahan-bahan kimia seperti desinfektan, kaporit, detergent dan lain sebagainya
  4. Pengenceran yang berlebihan sewaktu digunakan
  5. Tercemar logam-logam berat seperti Zn (seng), Pb (timbal), dan Hg (air raksa)
Vaksin yang banyak beredar di lapangan dan banyak digunakan pada ayam umumnya untuk mencagah penyakit yang disebabkan oleh virus (karena virus tahan terhadap obat antibiotika). Vaksin tersebut antara lain vaksin AI, gumboro, ND, cacar, IB,dan mareks. Ada juga beberapa vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti vaksin kolera dan coryza.
           

BAB 2
ALAT DAN BAHAN
·         ALAT
ü  Vaksin
ü  Jarum suntik
ü  Tisu
·         BAHAN
ü  Ayam



BAB 3
METODOLOGI
Vaksinasi melalui tetes mata (intraocular), hidung (intranasal), dan mulut
Pelaksanaan vaksinasi melalui tetes mata, hidung, dan mulut biasanya untuk ayam yang berumur di bawah 1  minggu dengan maksud untuk mencegah netralisasi vaksin oleh antibody maternal (bawaan dari induk). Cara ini cukup memakan waktu dan tenaga karena dilakukan per ekor ayam, tetapi kelebihannya sangat efektif karena dosis tepat dan merata untuk setiap ayam. Untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi sebaiknya dilakukan secara bersama-sama (lebih dari dua orang). Langkah-langkah pelaksaaannya adalah sebagai berikut:
  1. Pelarut  dimasukkan ke dalam botol vaksin setengahnya, kemudian kocok sampai tercampur rata, usahakan jangan sampai berbuih
  2. Campuran larutan dan vaksin yang sudah rata pada botol tersebut dimasukkan lagi ke dalam botol pelarut dan kocok lagi perlahan agar tercampur rata
Teteskan satu persatu pada ayam melalui mata atau hidung atau mulut, jangan tergesa-gesa tunggu sampai betul-betul masuk
Vaksinasi dengan cara penyuntikan
Vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin, lokasi penyuntikan dapat di daerah di bawah kulit (subcutan) yaitu pada leher bagian belakang sebelah bawah dan pada otot (intramuscular) yaitu pada otot dada atau paha. Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  1. Alat suntik yang akan dipakai harus bersih dari sisa pemakaian sebelumnya, kemudian lepaskan bagian-bagian alat suntik dan sterilkan lebih dulu dengan cara direbus selama 30 menit dihitung mulai saat air mendidih
  2. Kocok terlebih dahulu vaksin dengan hati-hati hingga tercampur rata (homogen) sebelum digunakan
  3. Suntikkan vaksin pada ayam dengan hati-hati sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan. Untuk 1000 dosis vaksin dilarutkan dalam 500 cc aquades, untuk 500 dosis vaksin dilarutkan dalam 250 cc aquades dan demikian seterusnya. Setiap ekor ayam disuntik dengan dosis 0,5 cc pada otot dada
Vaksinasi dengan cara penyuntikan harus dilakukan sevara hati-hati. Bila dilakukan dengan ceroboh mengakibatkan kegagalan dan akan berakibat fatal. Akibat fatal yang mungkin terjadi antara lain ayam menjadi stress sehingga kematian tinggi pasca penyuntikan, leher terpuntir (tortikolis), terjadinya abses (kebengkakan) pada leher, terjadi infeksi bakteri secara campuran dan ayam menjadi mengantuk kurang bergairah.














BAB 4
HASIL PENGAMATAN
NO
Umur
Jenis vaksin
Dosis
Metode  (cara)
1
3 bulan
laktosa
O,5 ml
Injeksi

Cara kerja : vaksin dicampur dengan air yang sudah di sediakan oleh pabrik tersebut, dan pencampuran vaksin tersebut sudah sama yang perbandingannya, kemudian campur sampai rata atau dipindah satu botol ke botol yang lain selama 3 kali perpindahan, kemudian setelah tercampur rata, kemudian vaksin diambil dengan jarum suntik lalu suntikan kea yam di bagian dada, dan penyuntikan harus hati hati jangan sampai mengenai tulang dari ayam, dan tidak boleh juga terlalu pendek ketika menyuntik di kawatirkan vaksin tidak masuk ke ayam tersebut, penyuntikannya yang benar adalah di dagingnya, biasanya penyuntikan ini dilakukan dibagian paha, dada dan leher pada ayam. Serta ketika menyuntik jarum dalam kemiringan 45˚ agar memasukkannya lebih gampang.

No
Umur
 Jenis vaksin
Dosis
Metode (cara)
1
3 bulan
laktosa
0,5 ml
Cekok

Cara kerja : Keterangan          : Vaksin dicampur dengan cairan yaitu berupa aquades, yang sudah ada dari pabrik tersebut, kemudian dikocok, setelah kedua cairan tercampur  rata kemudian cairan tersebut diambil dengan alat suntik, kemudian jarum dilepas dan selanjutya masukkan kedalam mulut ayam usahakan waktu penyemprotan tepat pada dinding tenggorokan hal ini supaya ayam tidak tersedak.




No
Umur
Dosis
Jenis vaksin
Metode
1
3 bulan
1 sampai 3 tetes
ND Hisser B 1
Tetes mata dan hidung

Keterangan      : Vaksin yang masih beku kering dicairkan dahulu kemudian dicampur dengan larutan, dengan perbandinan 1:1 kemudian dikocok seperti angka delapan supaya  kedua cairan itu bisa bercampur merata, setelah tercampur cairan tersebut bisa langsung diteteskan (digunakan) kemata, hidung.




BAB 5
PEMBAHASAN
Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan ternak untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif.
Dengan adanya vaksin sangat membantu para peternak untuk meningkatkan system kekebalan tubuh pada hewan ternaknya,sehingga ternak kuat terhadap serangan penyakit, pemberian vaksin ibarat kita membuat benteng untuk menahan serangan lawan sehingga kita memiliki kekuatan untuk menahan serangan tersebut.ada beberapa cara untuk melakukan vaksinasi salah satunya dengan injeksi,tetes,dan cekok,semua cara tersebut baik untuk dilakukan tinggal bagaimana kita melaksanakan..
Adapun berapa perbedaan-perbedaan dari vaksin, hal tersebut bisa kita lihat dari segi pemberian pada umur, metode pemberian dan dosis yang diberikan. Dan pada praktikum kali ini kita melakukan metode yang kita sebut dengan Live metode ini meliputi pemberian vaksin melalui beberapa cara diantaranya adalah tetes pada hidung, tetes pada mata, injeksi, dan metode cekok. Dari keempat cara tersebut tentunya ada tujuan dan memiliki peranan yang sama tergantung kita saja lebih mantep yang mana. Hal yang membedakan pada pemberian dosis karena hal ini sangat perlu diperhatikan terutama  dilihat dari usia ternak tersebut. Hal ini karena virus yang menyerang pada usia saat ini tidak akan sama dengan yang menyerang pada usia berikutnya. Akan tetapi yang harus di perhatikan juga adalah cara menyimpan dan memberikan vaksin pada ayam, banyak peternak yang salah menggunakan vaksin karena cara penyimpanan dan cara pemakaiannya. Vaksin tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan cara pemakaian harus diperhatikan, tetapi cara pemakaian vaksin biasanya sudah tertera pada label dari vaksin tersebut.
           

BAB 6
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum bahwasannya saya dapat mengetahui tata cara menggunakan vaksin dan mencampur vaksin dengan benar, serta vaksin memberi pengaruh besar pada kekebalan tubuh ayam. Hal ini harus di perhatikan dengan benar benar supaya tidak ada kesalahan ketika kita beternak ayam.

PENYAKIT PADA KAMBING


 



Kambing
1.      Interaksi dengan ternak bias mngetahui keadaan ternak
·         Peletabilitas = makanan dari sebuah ternak
·         Empati = rasa kasih sayang ke ternak
Kambing PE yang bagus cirri”nya telinga panjang kemudian ada lipatan di telinga tersebut
Hidung mancung
Rambut di kaki lebat
Ada beberapa penyakit yang di derita kambing atau yang sering masuk di kambing
1.      Scabies :
gatal gatal di kulit penyakit ini biasanya menyerang di bagian telinga dulu, penyebab penyakit scabies adalah tungau.
Penyakit scabies ini menyerangnya seperti kepiting dia masuk ke dalam, yang ada di luar adalah bentuk kotoran tungau tersebut.
Obat : dengan cara tradisinal denagn cara belerang di tumbuk halus kemudian dikasi minyak gunanya minyak adalah sebagai perekat saja bias menggunakan minyak goring atau oli, penyembuhan dengan cara tradisional tidak cukup 1 x saja 3-5 kali , cara menggunakan belerang ini dengan kapas, oleskan kapas di belerang dengan secukupnya kemudian masukkan ke lubang yang yang di masuki oleh tungau tersebut
jika sudah sembuh kapas tersebut akan lepas” sendiri
jika tidak sembuh maka menggunakan injeksi obatnya adalah infomex.
2.      Mata merah :
 penyakit ini menyerang pada pergantian musim karena angin yang kencang maka akan terjadi infeksi di mata biasanya (iritasi), penyakit ini menyerang pada awalnya mata merah lama kelamaan jika tidak ditangani mata akan menjadi putih tidak kelihatan pupil tersebut karna tertutup oleh penyakit tersebut.
Pengobatan dengan cara : tetes mata/ saleb mata , saleb mata lebih efektif karena kandungan dari saleb terdapat anti biotic jadi lebih efektif
Nb jika penyakit ini menyerang maka secepatnya diobati agar kambing tidak mencapai kebutaan kemudian yang perlu di ketahui walupun penyakit ini tidak diobati maka akan sembuh sembuh sendiri.
3.      Cacingan :
cacingan sering menyerang pada ternak ruminansia karena makanan yang di makan adalah rumput, jadi pada ternak ruminansia untuk pengobatan penyakit ini harus atau di wajibkan. Untuk pengobatan dilakukan 6 bulan sekali obatnya adalah ferm,o berbentuk kapsul padat
4.      Miasis :
 yang dikenal orang adalah (seten), penyebabnya adalah ternak setelah melahirkan dan diare, penyakit ini menyerang di paha bagian yang telah melahirkan ,Cara pengobatan : dengan cara tradisional dengan menggunakan mbakau
5.      Diare :
diare yang kita ketahui ada 2 macam , di sebabkan oleh pakan dan penyakit.
Perbedaan jika diare yang disebabkan oleh pakan tidak bau, jika disebabkan oleh penyakit baunya anyir, amis baunya tidak enak.
Jika disebabkan oleh pakan karena pakan yang diambil adalah pakan yang baru m=ngambil dikasihkan langsung, penanggulangan , pakan yang baru ngambil di tiriskan dulu atau di angin-anginkan dahulu kemudian baru dikasihkan ke ternak, atau pakan yang baru ngambil tersebut dicampur dengan pakan yang sudah kering .
Jika dari penyakit : penanggulangan dengan cara di injeksi dengan obat golongan sulfa, atau dengan obat metronikdasol jika masih kecil kambingnya di kasi 1, jika sudah besar dikasi 2.
6.      Kembung :
 kembung ada 2 macam yaitu blood dan timpani.
timpani : antara makanan dan udara pisah
Blood : antara makan dan udara menyatu udara berada di selah selah makanan , blood cenderung lebih susah pengobatannya pengobatannya adalah dengan obat anti blood

Ada 2 jenis PE kaligersing : ciri”nya adalah telinga melipat dan panjang
PE semboro : telinga panjang tapi telinga membuka tidak melipat
Untuk pakan pokook adalah berupa legume, kemudian ada konsentrat yang diambil dari tepung ikan dedak ampas tahu dan ketumpi.




"LUKMAN STREET"

budidaya ternak:

budidaya ternak:

Senin, 01 Agustus 2011

budidaya ternak: memelihara ayam kampung

budidaya ternak: memelihara ayam kampung: "MEMELIHARA AYAM KAMPUNG MANFAAT MEMELIHARA AYAM KAMPUNG Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing. Sejak kecil kita s..."

Minggu, 13 Februari 2011

memelihara ayam kampung

MEMELIHARA AYAM KAMPUNG

MANFAAT  MEMELIHARA AYAM KAMPUNG
ayam jagoBagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing. Sejak kecil kita setiap hari bisa melihatnya. Walau saat ini ayam kampung dikota-kota besar sudah jarang terlihat berkeliaran bebas, bukan berarti keberadaannya punah. Di pinggiran kota masih banyak orang memelihara ayam kampung. Baik dibudidayakan secara sungguh-sungguh maupun hanya sekedar peliharaan untuk memanfaatkan sisa-sisa makanan yang eman-eman kalau dibuang begitu saja.
Ayam kampung mempunyai nilai gizi yang baik. Selain itu juga mempunyai rasa yang lebih khas dan nikmat dibanding dengan jenis ayam pedaging maupun petelur. Serat yang liat dan kenyal menjadi ciri utamaya. Bahkan setiap lebaran ayam kampung identik dengan makanan yang harus diada-adakan.
Ayam kampung mempunyai keistimewaan dibanding yang lain, diantaranya : Ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit. Tahan dan mudah menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia. Makanannya mudah, bahkan bila di pelihara ala kadarnya cukup diberi makanan sisa-sisa. Dapat dilepas secara bebas.
Tujuan utama orang memlihara ayam kampung adalah untuk diambil telur, daging, dan untuk dikembang biakkan. Ayam kampung  juga siap membesarkan anak-anaknya sendiri bila dilepas bebas.
Ada dua cara memelihara ayam kampung, yaitu dipelihara dengan dilepas bebas atau istilahnya diliarkan dan yang kedua dibudidayakan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya mempunyai tingkat kekebalan yang tinggi. Kita bisa menghemat biaya makanan. Karena ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya. Selebihnya ayam akan mencari makan sendiri disekitar rumah. Namun cara ini juga ada kelemahannya. Ayam lambat untuk berkembang lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktifitas. Kita kurang bisa mengontrol keberadaan ayam. Sehingga kemungkinan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi.
Sedang bila kita membudidayakan dengan cara dikandangkan tentu lebih banyak keunggulanya. Walau tentu masih juga ada kekurangannya.
Ayam yang dikandangkan lebih mudah dikontrol keberadaannya. Kita bisa mempercepat populasinya dengan cara setiap ayam yang bertelur kita ambil dan kumpulkan untuk ditetaskan secara bersama dalam satu indukan atau mesin penetas. Anak ayam tidak harus ikt induknya. Namun dapat dipisah dan ditempatkan dengan pemberian panas cahaya listrik (untuk penghangat) dan makanan yang sesuai.
Untuk uraian dan trik singkat memelihara ayam kampung akan dibahas pada bagian lain.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com